Movement and Positioning to Receive
Dalam skema formasi 4-1-2-3 yang dimainkan oleh Persikota asuhan coach Iif Afriyandi, Kinza akan beroperasi sebagai Centre Back (CB) di sebelah kanan atau juga bisa di sebelah kiri.
Namun dalam 2 pertandingan terakhirnya di Piala Soeratin melawan Juang FC (Semi Final) dan Persika Karanganyar (Final), Kinza ditempatkan sebagai Defensive Midfielder (DM) tunggal di tengah.
Position CB
Bermain sebagai seorang Centre Back, Kinza akan berpasangan dengan satu bek tengah lainnya dalam skema 2 CB di belakang. Biasanya ia akan ditempatkan di posisi bek tengah sebelah kanan namun tidak menutup kemungkinan untuk ditempatkan di sebelah kiri.
Kinza sering kali menjadi orang pertama yang akan menginisiasi aliran bola ke depan ketika tim melakukan build up dari belakang. Ia secara konsisten akan memosisikan tubuhnya secara terbuka (open body shape) untuk memudahkan pandangannya ke depan ketika ia menerima bola untuk menyiapkan aksi lanjutannya.
Ia juga memperlihatkan kemampuan first touch yang sangat baik dalam menerima dan mengontrol bola dengan tepat. Kaki kanan akan menjadi kaki terkuatnya dalam mengontrol bola.
Position DM
.png)
Jika ditempatkan sebagai Defensive Midfielder, Kinza akan beroperasi sebagai DM tunggal dalam skema 3 midfielder di tengah. Ia akan berdiri tepat di depan 2 centre back dan di belakang 2 central midfielder.
Dalam permainannya di zona middle third, Ia akan berperan sebagai penghubung serangan dari lini belakang ke lini depan. Ia akan kerap kali bergerak turun ke bawah untuk menjemput bola dari tengah ke lini belakang dan akan mencoba langsung untuk mengarahkan dan memprogresikan aliran bola ke lini depan.
Kinza juga kerap bergerak untuk membuka ruang bagi rekannya untuk bisa dijadikan sebagai opsi passing pada saat tim sedang membangun serangan. Mobilitasnya di lapangan terlihat efektif untuk membuka jalur umpan (passing lane) di area tengah.
Sebagai DM, pergerakannya hanya sebatas di tengah lapangan saja sebagai supporting play untuk rekan-rekannya dalam melakukan build up maupun untuk mengantisipasi serangan balik dari tim lawan jika dilancarkan lewat tengah. Ia tidak akan bergerak terlalu maju jika arah serangan sudah sampai di final third.
Ball Progression
Dalam perannya sebagai Centre Back, Kinza akan mengawali permainan menyerangnya dengan melakukan build up dari bawah terlebih dahulu. Ia berani untuk memainkan umpan-umpan beresiko dalam memprogresikan bola ke depan.
Ia akan cenderung memprogresikan bola melalui umpan-umpan pendek maupun vertikal ke depan ketika melakukan build up.
Umpan-umpannya terlihat sangat efektif untuk langsung melewati lini pertahanan pertama dari tim lawan. Ini memungkinkan ia mampu untuk membangun serangan dengan baik dari deep area.
Umpan-umpan progresi yang diberikan oleh Kinza seperti short pass maupun long pass bisa diarahkan dengan terukur kepada rekan-rekannya di depan secara konsisten. Ia juga bisa memainkan switch play dengan baik dan efektif melalui umpan-umpan diagonalnya.
Kinza bisa memberikan bola dengan kaki kanan maupun kaki kirinya walaupun secara frekuensi ia lebih banyak menggunakan kaki kanannya dalam mendistribusikan bola.

Sumber Foto Instagram: @thebhess.photography
Visi bermain dari Kinza juga terlihat bagus. Ia mampu melihat dengan tajam terhadap posisi pergerakan dari rekannya yang berada di ruang kosong sebelum ia memberikan bola. Ia akan sering melakukan cek bahu atau scanning terlebih dahulu sebelum dirinya memberikan umpan.
Ketenangan dalam mengontrol bola yang dilakukan oleh Kinza juga bagus dan solid. Ia tidak akan mudah kehilangan bola pada saat pemain lawan memberikan pressing tinggi terhadap dirinya. Kemampuan kontrol bola jarak dekatnya terlihat sangat baik untuk melewati tekanan dari lawannya.
Ia akan menggunakan skill individu dari kedua kakinya dalam mengontrol serta memindahkan bola dengan cepat ke arah yang lain dan ia juga akan menggunakan body feint untuk mengelabui pergerakan lawannya.
Kemampuan teknik manuver dalam mengubah arah kecepatan bola melalui gerakan turn miliknya terlihat sangat lincah dan kuat. Ia mampu menjaga koordinasi dan keseimbangan badannya dengan baik ketika mengontrol maupun mengubah arah bola dengan cepat.
Selain itu, dalam peran keduanya sebagai Defensive Midfielder, Kinza juga akan mencoba untuk turut membantu rekan-rekannya dalam melakukan build up di tengah.
Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan sangat efektif untuk membantu timnya dalam menjaga possession di lini tengah. Kinza juga sering kali menginisiasi arah serangan dari middle third.
Ia memiliki kecermatan yang baik dalam melihat pergerakan dari rekan-rekannya di depan yang berada di ruang kosong dan ia juga bagus dalam memberikan passing dengan akurasi yang tepat dan akurat secara konsisten. Ia juga nyaman dalam memainkan one touch play dengan rekan setimnya.
Meskipun ia cenderung stay in position ketika sudah memberikan umpan ke rekannya, namun terkadang Kinza akan berani untuk mencoba melakukan dribbling vertikal ke depan untuk melewati lawannya dengan memanfaatkan aksi gerakan individunya dalam mengontrol bola. Ia memiliki kecepatan yang cukup baik dalam membawa bola untuk jarak dekat-menengah.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Duel dari Kinza Jibran.
Positional Defending
Sebagai seorang Centre Back, Kinza mampu menjaga lini pertahanannya dengan baik. Ia mampu bekerja sama dengan rekan bek tengahnya dalam mengomandoi garis pertahanan di lini belakang.
Kinza sangat vokal dalam berkomunikasi dengan rekannya di lapangan. Ia akan memberikan gestur yang jelas dalam mengorganisasikan struktur pertahanan tim maupun merespon pergerakan dari rekan-rekan lainnya ketika bertahan.
Sama halnya dengan permainannya ketika ia berperan sebagai seorang Defensive Midfielder.
Reaksinya cukup cepat dalam membaca permainan dengan beberapa kali mampu menutup pergerakan lawannya di tengah maupun menjaga ketat secara man to man ketika bertahan.
Namun konsistensinya dalam bertahan terkadang masih kurang baik dengan beberapa kali ia terlalu cepat dalam melakukan gerakan step up untuk menekan lawannya sehingga ia akan cukup mudah dilewati terutama bagi lawan yang memiliki kecepatan tinggi dan eksplosif dalam membawa bola.
Defensive Duel
Kinza berani dalam melakukan duel langsung dengan lawannya secara man to man. Ia akan bereaksi cepat dengan langsung memberikan pressure maupun menutup pergerakan lawannya ketika bertahan.
Ia juga berani membenturkan badannya 1v1 untuk merebut langsung bola dari lawannya. Penggunaan dari fisik tubuh atasnya dapat ia gunakan secara efektif untuk melakukan duel dalam perebutan bola dengan lawannya.

Sumber Foto Instagram: @thebhess.photography (Kinza bernomor punggung 44)
Akan tetapi, kemampuannya untuk merebut bola terutama dalam melakukan tackling masih kurang konsisten. Agresi permainannya yang cukup tinggi ketika bertahan membuatnya beberapa kali cenderung mendapatkan pelanggaran terhadap lawannya.
Hasil tekelnya yang kurang tepat dalam merebut bola dari lawan beberapa kali masih kurang begitu maksimal dan perlu ditingkatkan lagi.
Selain itu, kemampuan bertahannya di udara juga masih kurang begitu baik terutama dalam mengantisipasi umpan crossing dari lawan. Walau cenderung berani untuk melakukan namun antisipasi dalam permainan di udara masih kurang konsisten.
Set Piece Play
Dalam situasi attacking free kick, Kinza akan diberikan kesempatan mengambil tendangan jika situasinya terjadi di wide area maupun half space sebelah kanan dari sisi serangan tim.
Ia akan mengambil metode outswing curve menggunakan kaki kanannya dengan tujuan memberikan umpan diagonal ke rekannya di dalam kotak. Akurasi tendangannya terlihat cukup baik dan terarah.
Dalam situasi defending corner, Kinza akan terlihat sering kali menjaga area near post di tiang gawang. Sedangkan pada situasi attacking corner, Kinza akan stay di area tengah untuk mengantisipasi serangan balik lawan jika hasil tendangan corner berhasil direbut.
Maka itu, ia jarang terlibat dalam perebutan bola di udara ketika situasi set piece.
Statistik Individu
Kinza Jibran berhasil mencatatkan 1 assist berkat hasil umpan yang berasal dari situasi tendangan free kick yang diambilnya dan berhasil dimaksimalkan oleh rekan setimnya menjadi gol. Hal tersebut ia lakukan ketika melawan KCT FC di fase grup Piala Soeratin.
Dari 5 penampilan yang ia jalani, Kinza mencatatkan waktu bermain sebanyak 400 menit dengan 5 kali menjadi starting. Ia juga sempat mendapatkan 2 kartu kuning masing-masing dari pertandingan menghadapi KCT FC di fase grup dan Aditama Bahari FC di fase semi final.
- Appearances: 5 (400 minutes played)
- Goal: 0
- Assist: 1
- Yellow Card: 2
Conclusion
Kinza merupakan pemain yang versatile. Ia bisa bermain sebagai Centre Back (CB) dan juga sebagai Defensive Midfielder (DM).
Kekuatan utama permainannya terletak pada kemampuannya dalam melakukan build up di area belakang. Ia memiliki atribut teknis yang baik, ketenangan dalam menguasai bola, serta pemahaman taktikal yang solid ketika bertahan maupun menyerang.
Dalam aspek permainan menyerangnya, Kinza menunjukkan resistensi yang tinggi ketika menguasai bola di bawah tekanan lawan. Penggunaan open body shape yang konsisten serta first touch dan kontrol bola jarak dekat yang sangat baik membuat dirinya mampu memprogresikan bola secara efektif dari lini belakang.
Ia juga memiliki jangkauan passing yang baik melalui umpan-umpan pendek, vertikal, maupun diagonal yang akurat sehingga sering kali ia mampu memprogresikan bola dengan melewati lini tekanan pertama lawan.
Dalam aspek permainan bertahannya, Kinza memperlihatkan positional play yang solid serta mampu mengorganisasikan garis pertahanan dengan baik. Ia akan bereaksi cepat terhadap pergerakan lawan di depannya.
Kinza juga proaktif dalam berkomunikasi dengan rekan-rekan setimnya di lapangan dan cukup percaya diri dan berani dalam melakukan duel-duel untuk memperebutkan bola.
Meski begitu, masih terdapat beberapa aspek kemampuan bertahannya yang perlu ditingkatkan.
Timing-nya saat menekan lawan terkadang masih belum konsisten. Kinza juga cenderung terlalu agresif ketika melakukan tekel sehingga membuatnya rentan untuk mendapatkan pelanggaran ketika mengambil bola dari lawannya. Efektivitasnya dalam melakukan duel udara juga masih menjadi area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, Kinza merupakan profil bek modern yang nyaman menguasai bola (ball-playing defender) dengan atribut teknis yang kuat, serta punya resistensi penguasaan bola yang kuat walau mendapatkan tekanan tinggi dari lawannya.
Ia juga memiliki potensi kepemimpinan yang baik dalam mengomandoi pertahanan di lini belakang. Selain berposisi sebagai bek tengah, ia juga bisa diandalkan sebagai seorang deep-lying midfielder.
Menurut pendapat pribadi saya, ia memiliki potensi yang tinggi untuk berkembang menjadi pemain reguler di Indonesia Super League (Liga 1) pada masa mendatang terutama dalam tim dengan sistem permainan berbasis penguasaan bola yang cenderung melakukan build up dari belakang.
Namun dengan catatan ia harus bisa meningkatkan dan mengembangkan beberapa kekurangan di dalam permainannya saat ini secara konsisten.
Dari level permainannya saat ini ia sudah bisa diproyeksikan sebagai pemain reguler di kompetisi elit muda di Indonesia seperti Elite Pro Academy (EPA) Super League serta pemain muda reguler di Liga Nusantara (Liga 3) nanti. Namun, saya juga yakin ia bisa diproyeksikan sebagai pemain muda reguler di Indonesia Championship (Liga 2) ke depannya.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dari IDNGem Scout: Kinza Jibran kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari permainan Kinza di masa mendatang menanti.
Harapan dari saya, tentunya ia bisa mendapatkan pembinaan di lingkungan yang tepat serta lebih banyak lagi mendapatkan kesempatan bermain di liga maupun turnamen yang lebih kompetitif lagi di Indonesia.
Saya yakin jika Kinza bisa mengeluarkan seluruh potensi besar yang ada di dirinya saat ini maka ia bisa menjadi pemain profesional yang hebat di masa depan nanti.
Selain dari tulisan yang saya tulis di blog ini, saya juga memiliki ulasan dan analisa berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Kinza Jibran dalam bentuk Player Report. Berikut laporannya di bawah ini:
Saya juga memiliki visual permainan dari Kinza Jibran selama di Piala Soeratin U17 Nasional 2025 bersama Persikota dalam bentuk Video Footage. Berikut link videonya di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Kinza Jibran secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedback dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.